 |
What is CSR? |
|
|
It is a fact that, in the West, we live in a capitalist society, but that does not mean that we cannot be guided by the idea of a social conscience in our work. Yes, fashion design requires consumers to consume, but we can do our bit for society by running our companies in a socially responsible way, and by creating products that promote respect for social and environmental issues. There is also the possibility for power and influence to be a force for change.
Giorgio Armani
|
|
| |
NCSR Newsletter |
 |
|
| Subscribe your email to NCSR Newsletter and get notified on traning & events updates
|
|

|
 |
 |
|
Index > Archive by category 'Articles'
|
Articles
Wednesday, September 2nd, 2009
Kiamat nampaknya makin dekat, tanda-tandanya pun kian jelas. Simak saja, bumi sekarang sedang menderita ‘penyakit’ pemanasan bumi (Global Warming). Dari waktu ke waktu penyimpangan atau anomali cuaca terus berlangsung.
read more
Wednesday, September 2nd, 2009
Bagi sebagian perusahaan, tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility-CSR) masih dipandang sebagai cost center tanpa hasil nyata yang berarti. Hal ini mengakibatkan pertanyaan apakah kegiatan tangung jawab sosial masih relevan di tengah perusahaan yang sedang berjuang menghadapi krisis global. Jawabnya adalah ‘ya’. Dengan program CSR yang terencana dan tepat, akan mendatangkan hasil yang siknifikan bagi penanggulangan krisis global serta penciptaan kelangsungan hidup perusahaan dan ekosistem yang lebih seimbang.
read more
Wednesday, September 2nd, 2009
Hangatnya pembicaraan mengenai tanggung jawab sosial perusahaan atau lebih dikenal dengan corporate social responsibility (CSR) di kalangan dunia usaha mau tidak mau merambat pada dunia akademis. Topik CSR sudah mulai diakomodasikan pada beberapa mata ajaran dikalangan perguruan tinggi. Hasilnya, tak sedikit para mahasiswa berlomba membuat karya akhir atau skripsi dengan topik CSR. Jawaban paling sederhana dan jujur dari mereka adalah karena topik ini sedang nge-trend, atau memang topik ini yang diterima dibandingkan dengan topik lain yang diajukan. Ironisnya, kebanyakan mahasiswa kecewa saat mendapati bahwa dosen pembimbingnya ternyata tidak menguasai topik tersebut. Tentu bukan sepenuhnya kesalahan dosen bila mereka dengan jujur mengatakan tidak menguasai masalah CSR, apalagi membuat suatu kajian akademis karena mereka memang belum pernah mempelajarinya. Belum ada mata kuliah ini pada saat kita-kita, para dosen dulu kuliah.
read more
|
| |
|
 |
| |
Articles |
 |
|
|
| |
Training & Workshop |
 |
|
|

|